Cetak Box Custom Kemasan Obat: Detail Wajib Untuk Purchasing

Admin Bungkust July 16, 2026 Artikel 3 min read

Industri farmasi Indonesia terus berkembang. Nilai pasarnya diproyeksikan meningkat dari US$6,16 miliar pada 2025 menjadi US$9,66 miliar pada 2030. Data BPOM juga memperlihatkan bahwa industri produk obat banyak terkonsentrasi di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Bertambahnya produk dan varian obat membuat kebutuhan cetak box custom ikut meningkat. Karena itu, purchasing tidak cukup hanya membandingkan harga per box.

Apa Itu Box Kemasan Obat?

Dalam proses cetak box custom obat umumnya digunakan sebagai kemasan sekunder, yaitu wadah luar yang tidak bersentuhan langsung dengan isi produk. Kemasan tersebut melindungi kemasan primer sekaligus menyediakan ruang untuk identitas dan informasi produk. Definisi kemasan sekunder secara eksplisit digunakan BPOM untuk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan. Sementara itu, standar informasi obat menegaskan bahwa informasi produk harus lengkap, objektif, tidak menyesatkan, konsisten, dan mudah dipahami.

Detail Cetak yang Harus Diperiksa Purchasing

Sebelum meminta quotation, purchasing perlu memastikan ukuran kemasan primer, dimensi box, struktur dieline, jenis dan ketebalan kertas, kuantitas, warna, finishing, serta tenggat produksi. Artwork harus menggunakan versi yang telah disetujui, termasuk nama produk, kekuatan dan bentuk sediaan, petunjuk penggunaan, nomor izin edar, identitas pemilik izin edar atau produsen, serta peringatan khusus apabila diwajibkan.

Area lipatan, sambungan lem, dan flap tidak boleh menutupi informasi penting. Teks kecil, barcode, nomor bets, dan tanggal kedaluwarsa juga perlu diperiksa melalui dummy fisik, bukan hanya melalui tampilan file digital. Semua detail tersebut penting ketika proses cetak box custom, sehingga dapat membuat hasil yang maksimal

Dampak Jika Detail Kemasan Tidak Dipahami

Kesalahan ukuran dapat membuat blister, botol, atau sachet terlalu longgar maupun tidak masuk ke dalam box. Kesalahan artwork dapat menyebabkan cetak ulang, pemborosan biaya, keterlambatan peluncuran, dan ketidaksesuaian antara kemasan dengan dokumen yang disetujui.

Peraturan registrasi obat juga menunjukkan bahwa perubahan bentuk, dimensi, dan desain kemasan sekunder dapat membutuhkan dokumentasi seperti foto kemasan dari berbagai sisi, contoh kemasan siap edar, serta spesifikasi bahan. Karena itu, persetujuan struktur dan desain sebaiknya diselesaikan sebelum produksi massal.

Pilihan Struktur Box Kemasan Obat

Beberapa struktur yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  1. Softbox snap lock dengan pengunci bawah yang lebih kuatSoftbox Kemasan Obat
  2. Softbox tuck end yang praktis untuk produksi dan pengisian massalSoftbox Kemasan Obat Hewan
  3. Hardbox magnet untuk medical kit, paket sampel, atau kebutuhan presentasi premium, bukan sebagai kemasan standar seluruh produk obatHardbox Magnet Obat

Pemilihannya tetap harus disesuaikan dengan berat kemasan primer, jalur distribusi, kebutuhan pengisian, anggaran, dan desain yang telah disetujui. Katalog Bungkust menyediakan struktur snap lock, tuck end, dan magnet box yang dapat dikustomisasi.

Percayakan Produksi kepada Bungkust

Bungkust membantu proses custom box kemasan mulai dari pemilihan struktur, penyesuaian ukuran, material, pembuatan dummy, hingga produksi. Kirimkan ukuran produk, jumlah kebutuhan, file desain, finishing, dan target penerimaan kepada tim Bungkust untuk mendapatkan rekomendasi box yang lebih presisi dan efisien.

Hindari risiko salah ukuran dan cetak ulang. Konsultasikan kebutuhan box kemasan obat anda bersama Bungkust, sekarang !